5 Model Laporan Keuangan Perusahaan Dagang Di Indonesia

Memahami laporan keuangan perusahaan dagang memang menuntut konsentrasi. Apalagi untuk membuatnya, Anda perlu mengetahui apa saja model laporan keuangan yang biasa ada di Indonesia. Karena dalam banyak pos laporan keuangan di Indonesia berbeda dengan di luar negeri. Mungkin karena perbedaan prioritas atau nama akun.

Anda tidak perlu mencari pdf laporan keuangan perusahaan dagang untuk menyusun atau memahami laporan keuangan. Karena dalam laporan keuangan yang sudah berbentuk pdf selain tidak dapat diedit juga tidak mencantumkan teorinya. Lebih baik mencari file dalam bentuk excel dari perusahaan yang bidangnya mirip untuk mempermudah pekerjaan.

Laporan keuangan perusahaan dagang

Model Laporan Keuangan Perusahaan Dagang
Ada setidaknya empat jenis laporan keuangan perusahaan dagang yang umum digunakan. Jenis laporan lain seperti jurnal pembalik, jurnal penutup, atau jurnal penyesuaian jarang digunakan. Karena jurnal tersebut perlu dipelajari dalam ilmu akuntansi dan dipahami namun jarang dipraktekkan di dunia usaha. Berikut penjelasan tentang beberapa jenis laporan keuangan:

Jurnal

Jurnal berisi detil transaksi keuangan yang terjadi setiap hari selama periode tertentu. Jurnal ada beberapa macam. Diantaranya adalah jurnal umum, jurnal piutang, jurnal utang, jurnal persediaan, dan sebagainya. Masing-masing jurnal disusun menurut fungsinya. Dalam menyusun laporan keuangan perusahaan dagang perlu mengambil data dari jurnal.

laporan keuangan perusahaan dagang

Jurnal memudahkan penyusun laporan keuangan perusahaan dagang untuk mengklasifikasikan transaksi yang terjadi. Sebelum kemudian menggabungkannya menjadi laporan utuh. Jurnal juga memudahkan identifikasi setiap pos keuangan. Jika terjadi kesalahan pencatatan atau kebocoran dapat segera ditangani.

Neraca

Neraca merupakan laporan keuangan secara keseluruhan. Neraca sering disebut juga neraca saldo. Dengan menggabungkan pos aktiva dan pasiva pada neraca, kita akan mengetahui keseimbangan modal dan aset. Secara lengkap akan diketahui sumber modal dari mana saja dan disalurkan di pos apa.

Penyusunan neraca memudahkan pemilik dan pemegang kebijakan perusahaan dagang mengambil keputusan. Dalam menyusun neraca untuk laporan keuangan perusahaan dagang, Anda membutuhkan data transaksi yang sudah diposting ke jurnal.

Dari neraca para pemegang kebijakan dapat mengetahui seberapa besar aset lancar dan berapa yang tidak terkontrol. Informasi neraca laporan keuangan perusahaan dagang juga mampu memberikan informasi berapa besar utang dan piutang yang dimiliki perusahaan. Termasuk sumber utang yang potensial untuk mengembangkan usaha.

Penyusunan neraca umumnya menganut dua model: skontro atau staffel. Model skontro berarti neraca disusun horizontal. Biasanya sebelah kiri ditulis pos aktiva lancar. Sedangkan sebelah kanan (sisi pembaca) berisi pos modal dan utang yang digunakan untuk operasional perusahaan.

Model lain yang biasa digunakan dalam penyusunan neraca adalah staffel atau model vertikal. Antara aktiva dan pasiva hanya dibedakan menurut posnya. Bagian aktiva disusun di atas dan dimulai dari aset paling lancar. Disusul kemudian aset kurang lancar dan aset tidak lancar. Laporan keuangan perusahaan dagang banyak disusun secara staffel.

Penyusunan secara staffel memudahkan siapapun yang ingin mendapat data keuangan dapat memperolehnya dengan mudah. Dengan risiko tempat pengajuan laporan keuangan cukup panjang dan harus teliti untuk melihatnya. Entah mengapa model ini lebih banyak digunakan dalam penyajian laporan keuangan perusahaan dagang dan jasa.

Jika ingin mengetahui penyajian neraca dalam contoh soal laporan keuangan perusahaan dagang, Anda bisa mencarinya di bagian image Google. Karena banyak contoh laporan keuangan yang diformat dalam bentuk gambar sebelum diunggah ke berbagai platform menulis.

Para pemegang kebijakan juga dapat menilai kesehatan keuangan sebuah perusahaan melalui neraca. Karena dari neraca inilah sumber perhitungan berbagai rasio dapat diperoleh. Misalnya untuk menilai Return On Asset atau ROA, dapat dilihat dari pendapatan jika dibandingkan terhadap nilai aset. Begitu juga jika ingin menilai tingkat pengembalian investasi dan lainnya.

laporan keuangan perusahaan dagang

Laporan Arus Kas


Laporan arus kas mencakup perubahan kas dalam satu periode tertentu. Jika Anda ingin mengetahui berapa besar pemasukan dan pengeluaran dalam satu periode tertentu, maka gunakan laporan arus kas. Dari sini Anda bisa mendapat gambaran yang kurang rinci mengenai potensi laba atau rugi. Sementara laporan yang lebih detail dapat diperoleh dari laporan laba rugi.

Pencatatan arus kas dalam laporan keuangan perusahaan dagang terdiri dari minimal tiga sumber. Pertama adalah laporan perubahan arus kas dari sisi investasi. Pencatatan pemasukan investasi akan mempengaruhi pendapatan perusahaan dagang dari modal yang sudah ditanam.

Kedua, arus kas dari kegiatan pendanaan perusahaan dagang. Baik dari sisi ekuitas atau modal sendiri atau dari pihak lain atau utang. Laporan ini akan menunjukkan secara rinci berapa besar dana yang dimiliki oleh sendiri, saham, dan utang pihak luar.

Ketiga adalah arus kas untuk kegiatan operasional. Pemasukan dan pengeluaran kas dalam kegiatan operasional harus tercatat dengan rapi. Sehingga di akhir periode para pemegang kebijakan mampu mengambil keputusan yang tepat terkait operasional perusahaan.

Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi perusahaan dagang mencakup pendapatan kotor atau omset dan biaya-biaya yang harus ditanggung dalam satu periode. Sehingga dihasilkan data laba kotor dan laba bersih. Data ini harus sinkron dengan data dalam neraca. Sehingga ketika terjadi audit, dapat dipertanggungjawabkan dengan baik di hadapan auditor.

Dalam laporan laba rugi, pos keuangan yang harus tercantum adalah pendapatan kotor, harga pokok penjualan, biaya-biaya dan semua beban. Setelah pendapatan kotor diperhitungkan dengan biaya dan beban yang harus ditanggung, akan diperoleh laba bersih. Laba inilah yang dapat dijadikan penambah modal atau pendapatan pemilik usaha.

Namun jika ternyata beban dan biaya lebih besar dari nominal pendapatan yang diperoleh, maka secara otomatis pengusaha mengalami kerugian. Biasakan membuat laporan keuangan perusahaan dagang excel. Karena excel akan memudahkan perhitungan melalui berbagai macam formula. Atau jika memiliki sistem pencatatan keuangan tersendiri tentu jauh lebih baik.

Laporan Perubahan Modal

Perubahan modal dalam laporan keuangan perusahaan dagang menerangkan tentang perubahan modal dalam satu periode tertentu. Baik modal yang berasal dari ekuitas maupun utang. Biasanya terjadi perubahan modal tergantung pada pendapatan dan omset yang semoga terus meningkat.

Dalam pencatatan laporan perubahan modal, harus dijelaskan sumber perubahan tersebut dari mana. Apakah dari laba yang ditahan atau dari tambahan utang. Sehingga di periode keuangan berikutnya akan mudah mengidentifikasi modal aset yang dimiliki perusahaan.

Laporan perubahan modal juga mencakup koreksi atas keuangan yang sudah dipublikasi di pekerjaan sekarang (jika diperlukan). Laporan mengenai perubahan kepemilikan saham juga harus didiskusikan dalam rumah tangga perusahaan. Sehingga hasil pencatatan perubahan modal sesuai dengan aslinya.

Manfaat Laporan Keuangan Perusahaan Dagang

Secara umum ada banyak manfaat pembuatan laporan keuangan perusahaan dagang. Mulai dari kepentingan para pengambil kebijakan hingga keputusan dalam kegiatan operasional. Karena dalam sebuah sinetron, harus selalu ada tokoh utama yang tidak jarang harus menjadi korban. Demi reputasi dan tuntutan skenario, tentunya.

Di zaman modern, laporan keuangan perusahaan dagang dapat diperoleh secara real time tanpa menunggu satu periode tertentu. Mengingat bahwa pembagian waktu setiap negara berbeda. Laporan keuangan yang terus di-update dalam sistem akan dapat diakses setelah melalui proses digitalisasi laporan keuangan.

Tinggalkan komentar