Wajib Tahu! Ini Perbedaan Pasar Modal Syariah Dan Konvensional

Sekarang ini animo masyarakat akan investasi semakin meningkat. Hal ini seiring dengan kesadaran terutama dari masyarakat milenial akan pentingnya investasi yang juga semakin meninggi. Hal ini juga mempengaruhi sebagian minat masyarakat terhadap produk perbankan syariah. Mulai banyak orang yang mencari apa perbedaan pasar modal syariah dan konvensional.

Seperti yang diketahui bersama, investasi pasar modal memang menjadi investasi dengan resiko paling kecil bila dibandingkan dengan produk investasi lainnya. Sehingga cukup aman untuk pemula yang baru saja terjun dalam dunia investasi. Namun sebelum anda mengetahui perbedaan mekanisme pasar modal syariah dan konvensional, sebaiknya anda juga memahami pengertian dari keduanya.

perbedaan pasar modal syariah dan konvensional

Pengertian Pasar Modal Syariah Dan Konvensional

Di Indonesia sendiri, pasar modal terbukti memiliki peran penting dalam pengembangan perekonomian nasional. Ada banyak sektor industri, perusahaan dan lain sebagainya yang dapat tumbuh dan berkembang maju setelah mendapatkan sokongan dari pasar modal.

perbedaan pasar modal syariah dan konvensional

Karenanya pasar modal dinilai sebagai salah satu program vital milik pemerintah yang terus dikembangkan. Namun tahukah anda apa pengertian pasar modal syariah dan konvensional? Penasaran dengan jawabannya? Mari simak penjelasan lengkapnya di bawah ini:

1. Pengertian Pasar Modal Konvensional

Sebelum membahas perbedaan pasar modal syariah dan konvensional, akan lebih baik bila anda memahami pengertian dari kedua jenis pasar modal tersebut. Adapun pengertian pasar modal konvensional yaitu sebuah tempat dimana pemodal dan orang yang membutuhkan modal bertemu. Penegertian ini juga termaktub dalam undang-undang No. 8 Tahun 1995.

Bahwa pasar modal memiliki arti kegiatan yang bersangkutan perdagangan efek dan penawaran umum, lembaga serta profesi dan perusahaan publik berkaitan ke efek yang diterbitkannya. Maka dapat disimpulkan bahwa pasar modal konvensional adalah sebuah pasar yang ditujukan dalam memperdagangkan obligasi, berbagai surat berharga, dan saham. Tetapi memakai jasa perantara pedagang efek.

2. Pengertian Pasar Modal Syariah

Adapun pengertian pasar modal syariah adalah sebuah pasar modal yang dalam proses transaksinya menerapkan prinsip syariah–atau hukum Islam. Bukan hanya dalam transaksi dana modal saja, namun juga di berbagai aspek aktivitas ekonominya.Karenanya kegiatan pasar modal tidak boleh sampai melanggar hal-hal yang dilarang oleh agama.

Misalnya seperti riba, judi, spekulasi, produksi yang haram dan lain sebagainya. Di Indonesia sendiri, perwujudan konsep syariah dilakukan dengan pembentukan indeks saham yang memenuhi prinsip-prinsip syariah. Sekarang ini Jakarta Islamic Indeks atau JII ditunjuk sebagai pengelola pasar modal syariah. Untuk penerapannya tentu didasarkan pada Al-Qur’an dan Hadits Nabi.

Perbedaan Pasar Modal Syariah Dan Konvensional

Setelah mengetahui pengertian dari kedua jenis pasar modal tersebut, sekarang akan dibahas perbedaan pasar modal syariah dan konvensional. Terdapat 5 perbedaan yang akan dibahas. Apa saja perbedaan tersebut? Cari tahu jawabannya di bawah ini.

1. Instrumen Yang Diperdagangkan Di Pasar Modal Syariah Dan Konvensional

Perbedaan pasar modal syariah dan konvensional dapat dilihat dari instrumen yang diperjualbelikan. Adapun produk pasar modal konvensional diantaranya adalah saham (stocks), saham biasa (common stocks), dan saham preferen (preferred stocks).

Selain itu anda juga dapat menemukan obligasi konversi (convertible bond) juga reksadana (mutual funds). Sementara untuk produk pasar modal syariah tidak terlalu banyak jenisnya. Diantaranya yaitu saham, obligasi syariah, dan reksadana syariah. Ini tentu tidak terlepas dengan persyaratan produk yang tidak menyalahi prinsip-prinsip syariah.

2. Indeks Saham Pasar Modal Syariah Dan Konvensional

Perbedaan pasar modal syariah dan konvensional selanjutnya dapat dikenali dari indeks sahamnya. Pada pasar modal konvensional indeks sahamnya menerapkan aturan bebas yang dibuat sendiri. Indeks saham konvensional memasukan semua hal tanpa melihat apakah hal tersebut masuk kategori haram atau halal. Jika saham emiten yang sudah terdaftar atau listing merupakan hal yang legal, maka saham tersebut sudah sesuai dengan aturan.

Adapun contoh kasusnya terjadi di Australia dimana rumah bordir prostitusi dapat masuk ke bursa efek setempat dan memiliki perputaran keuangan yang penting. Pasar modal konvensional mengizinkan perusahaan untuk memiliki beban utang ribawi dengan presentasi terhadap aset yang melebihi batas yang diijinkan hukum Islam.

Sementara di sisi lain, indeks syariah yang dikeluarkan pasar modal syariah tentunya sudah terjamin kehalalannya. Sekalipun jika indeks tersebut berasal dari pasar modal konvensional maka tetap akan dilakukan pemisahan saham halal dan haram secara khusus. Jelas sekali ya perbedaan pasar modal syariah dan konvensional yang satu ini.

3. Obligasi Syariah Dan Konvensional

Jika anda berminat pada obligasi maka harus mengerti apa perbedaan pasar modal syariah dan konvensional bila ditilik dari produk obligasinya. Biasanya obligasi konvensional memakai prinsip bunga untuk pemegang obligasi jadi kreditur / orang dengan piutang. Untuk perhitungan nisbah pun didasarkan pada perkembangan suku bunga yang berlaku.

Sedangkan untuk obligasi Syariah telah diatur dalam fatwa yang membahas mengenai pembiayaan mudharabah. Isi fatwa itu menjelaskan jika pihak pemegang obligasi itu bukanlah kreditur, melainkan pemodal (shahibul mal) dan emiten disebut pengelola (mudharib).

Selain itu perhitungan nisbah juga disebutkan pada awal ketika akad transaksi diproses. Untuk pemakaian modal saham, maka emiten diwajibkan untuk mengalokasikan modal tersebut berdasarkan hukum Syariat yang ada. Jadi tidak boleh sembarangan.

4. Mekanisme Dan Transaksi Syariah Dan Konvensional

Perbedaan pasar modal syariah dan konvensional selanjutnya yaitu dari mekanisme dan proses transaksinya. Kriteria “apakah usaha tersebut merugikan orang banyak atau menyakiti orang banyak” tidak akan dipikirkan para investor pada transaksi konvensional. Hal ini karena selama presentase keuntungan tinggi dan resikonya sangat kecil, maka mereka akan tetap memilih menanamkan sahamnya.

Berbanding terbalik dengan proses transaksi syariah yang mengedepankan nilai-nilai kebersamaan dan menghindari spekulasi. Meskipun di satu sisi dinilai beresiko tinggi, namun terkadang tak dapat dipungkiri bahwa keuntungannya juga tak kalah tinggi dengan transaksi konvensional. Karena itulah pasar modal syariah tetap diminati investor.

5. Reksadana Syariah Dan Konvensional

Perbedaan pasar modal syariah dan konvensional berikutnya yaitu dari sisi produk reksadana yang dikelola keduanya. Reksa dana konvensional diatur dalam pasal 18 sampai pasal 29 Bab IV UU No. 8 tahun 1995. Jenis usaha yang diinvestasikan bersifat bebas asal terbukti legalitasnya. Selain itu manajer investasi juga harus menanggung resiko karena didasarkan pada prinsip kolektivitas.

Selain itu, pembagian keuntungan dihitung berdasarkan perkembangan suku bunga saat itu. Berbeda dengan reksadana syariah yang berlandaskan akad wakalah yakni akad yang dilakukan antara manajer, investasi serta pemilik modal. Atau bisa juga menggunakan jenis akad mudharabah antara manajer investasi dan pengguna investasi.

Dengan memperhatikan fatwa dari MUI, menjadikan seluruh reksa dana dan segala transaksinya harus berdasarkan syariah. Investasi juga hanya akan dilakukan pada instrumen keuangan yang tentunya benar-benar sesuai dengan prinsip syariah. Sementara untuk proporsi pembagian keuntungan antara pemodal dan pengguna investasi, biasanya mengacu pada ketentuan dalam akad sebelumnya.

Maka syariah seringkali dianggap transaksi menguntungkan, karena akad dibuat oleh kedua belah pihak dimana mereka tidak mengalami pemaksaan dan menggunakan perjanjian yang disetujui dua belah pihak. Demikian tadi penjelasan mengenai perbedaan pasar modal syariah dan konvensional. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan komentar