Sejarah Singkat Perkembangan Bank Syariah Di Indonesia Tahun 1992-2021

Jika dihitung sejak pertama kali bank syariah berdiri, perkembangan bank syariah di Indonesia telah berjalan selama 29 tahun. Apa saja yang sudah dicapai oleh perbankan syariah secara nasional selama ini? Ulasan berikut tentu tidak bisa menggambarkan secara rinci mengenai prestasi dan capaian bank syariah. Namun semoga cukup mewakili poin pentingnya.

Secara rinci, sejarah perkembangan bank syariah di indonesia dapat diamati melalui laporan Statistik Perbankan Syariah Indonesia (SPSI). Laporan tersebut dapat diunduh secara bebas di situs OJK dan Bank Indonesia. Karena kedua lembaga tersebut yang merilis data perkembangan semua lembaga keuangan di Indonesia.

perkembangan bank syariah di Indonesia

Perkembangan bank syariah di Indonesia

Alasan Munculnya Bank Syariah Di Indonesia
Sebelum membahas tentang perkembangan bank syariah di Indonesia, kita perlu mengetahui alasan apa yang mendasari munculnya bank syariah. Negara Indonesia dihuni oleh lebih dari 70% penduduk yang beragama Islam. Sejak tahun 1970 an, dunia Islam sudah mulai merancang suatu sistem keuangan yang sesuai dengan prinsip ekonomi dalam Islam.

Perancangan sistem keuangan berbasis prinsip syariat ini harus dilakukan untuk menjawab kegelisahan tentang penggunaan sistem keuangan berbasis bunga. Sementara menurut para ekonom muslim, bunga yang diterapkan dalam sistem keuangan konvensional telah sah dan valid untuk disetarakan dengan riba.

Dalam terminologi Islam, riba merupakan transaksi terlarang dan termasuk salah satu dari tujuh dosa besar yang sulit diampuni setelah syirik. Para ekonom muslim dunia kemudian mendirikan bank syariah pertama di Mesir pada akhir tahun 1970an. Hal ini mempengaruhi ekonom muslim di Indonesia dan memicu wacana perkembangan bank syariah di Indonesia.

Berdasarkan banyak pertimbangan, kemudian para tokoh muslim dan pemerintah sepakat untuk memberikan izin pendirian bank syariah pertama. Bank syariah dengan tagline ‘pertama murni syariah’ akhirnya berdiri pada tahun 1992. Bank ini kemudian menjadi role mode munculnya banyak bank syariah lain.

Perkembangan Bank Syariah di Indonesia

Pada awal masa operasional Bank Muamalat sebagai bank syariah pertama, antusiasme umat Islam di Indonesia masih rendah. Banyak umat Islam yang menganggap perkembangan bank syariah di Indonesia tidak perlu didukung karena banyak alasan.

Sebagian ulama masih ada yang berpendapat bahwa bunga bank tidak sama dengan riba. Sebagian ada juga yang berpendapat bahwa bunga bank bukanlah sesuatu yang haram. Anggapan ini jelas menjadi penghambat besar untuk perkembangan bank syariah di Indonesia. Namun para ekonom muslim tidak menyerah, bahkan jurusan ekonomi syariah mulai dibuka.

Semakin banyak orang yang mempelajari sistem keuangan syariah di Indonesia, semakin luas pula pangsa pasar bank syariah. Meskipun petumbuhannya belum bisa dibilangs angat menggembirakan. Bahkan hingga 10 tahun keberadaan bank syariah, pangsa pasarnya belum menyentuh angka 5% dari pangsa pasar perbankan nasional

Hingga dua dekade pertama, perkembangan bank syariah di Indonesia bisa dibilang cukup lambat. Laporan Statistik Perbankan Syariah Indonesia menunjukkan pangsa pasar perbankan syariah tahun 2012 hanya pada angka 3,8% dibanding aset perbankan nasional. Ini berarti sekitar 96,2% pangsa pasar keuangan masih dikuasai perbankan konvensional.

Peningkatan pangsa pasar bank syariah terus mengalami kenaikan seiring dengan pertumbuhan jumlah bank dan kantor pelayanan. Pada tahun 2007 hanya ada 3 bank syariah dan 26 bank konvensional memiliki Unit Usaha Syariah. Tahun 2012 akhir sudah meningkat menjadi 11 bank syariah dan 23 Unit Usaha Syariah. Meskipun pangsa pasarnya belum meningkat drastis.

Namun demikian, keberhasilan dakwah ekonomi Islam sejatinya memang bukan bertumpu pada angka statistik saja. Karena dakwah merupakan program kerja jangka panjang. Sehingga jumlah bank dan nilai aset hanya ukuran seberapa besar nominal yang berhasil dijaring melalui sistem keuangan syariah.

Di sisi lain, kita harus melihat perkembangan bank syariah di Indonesia dari aspek yang lebih detail. Baik dari pertumbuhan aset, pangsa pasar dan jangkauan pembiayaan, serta pengaruh keberadaan lembaga dalam kehidupan sosial masyarakat.selanjutnya akan dibahas lebih detail dalam sub bahasan berikut!

perkembangan bank syariah di Indonesia
Capaian dalam Perkembangan Bank Syariah di Indonesia Hingga Tahun 2020

Untuk menilai seberapa besar perkembangan bank syariah di Indonesia dari waktu ke waktu, kita perlu melihat poin yang lebih detail. Pertama dari sisi aset, kedua dari jumlah nasabah baik pendanaan maupun pembiayaan, dan pengaruhnya dalam kehidupan sosial. Ketiga hal ini semoga dapat memberikan gambaran utuh kondisi keuangan syariah di Indonesia.

Pertumbuhan Aset

Berdasarkan data statistik, jumlah bank syariah di indonesia 2020 sudah mencapai 14 bank aktif dan 34 Unit Usaha Syariah. Angka ini tentu jauh lebih baik dari 20 tahun sebelumnya. Meskipun dari sisi pangsa pasar, belum mencapai angka 10% dari aset perbankan nasional. Mari kita lihat pertumbuhan aset bank syariah lima tahun terakhir.

Berdasarkan data Statistik Perbankan Syariah tahun 2020, nilai total aset bank umum syariah di Indonesia terus meningkat lima tahun terakhir. Pada tahun 2016, total aset produktif bank syariah dan UUS di Indonesia adalah 236,048 Miliar Rupiah. Angka ini meningkat menjadi 291,353 Miliar Rupiah pada tahun 2018.

Nilai total aset produktif bank syariah dan Unit Usaha Syariah pada tahun 2019 sebesar 325,365 Miliar Rupiah. Kemudian di akhir 2019 dunia mengalami pandemi hingga berimbas ke Indonesia mulai awal tahun 2020. Menurut data statistik bulan Oktober 2020, perbankan syariah dan UUS Indonesia masih mencatat kenaikan nilai aset hingga 355,638 Miliar Rupiah.

Pertumbuhan Pangsa Pasar

Dari catatan nilai total aset tersebut kita dapat simpulkan bahwa sistem keuangan dan perbankan syariah di Indonesia kuat menghadapi pandemi. Hal ini ditandai dengan nilai aset yang masih meningkat dan daya tahan operasional secara nasional tidak mengalami kehancuran. Padahal secara nasional, pertumbuhan ekonomi mengalami defisit cukup parah.

Dari data snapshot perbankan syariah per Juni 2020 menunjukkan bahwa posisi pangsa pasar bank syariah adalah 6,18%. Prosentase ini didukung dengan nilai DPK sebesar 430,21 Triliun Rupiah dan 33,77 juta rekening. Berarti ada sekitar 30 juta penduduk Indonesia sudah memiliki rekening bank syariah. Masih ada potensi sekitar 200 juta penduduk lagi.

Pengaruh Bank Syariah Di Indonesia Terhadap Kehidupan Sosial

Melihat data perkembangan bank syariah di Indonesia 2020 di atas, tentu dampaknya terasa di masyarakat. Saat ini lembaga pendidikan Islam mulai dari sekolah, pondok, hingga universitas sudah banyak yang menggunakan bank syariah. Termasuk organisasi masyarakat muslim dan yayasan.

Di kalangan pengusaha, juga mulai banyak sektor riil yang lebih mengutamakan pembiayaan halal. Bahkan di bidang keuangan digital, saat ini banyak platform investasi yang menyediakan fitur halal. Seperti LinkAja Syariah dan Dana Syariah. Platform semacam ini juga diwajibkan mendukung perkembangan bank syariah di Indonesia.

Rencana Merger Bank Syariah 2021

Sementara itu perkembangan perbankan syariah di dunia juga semakin pesat. Indonesia berusaha mengimbanginya dengan mewujudkan merger 3 bank syariah. Keputusan ini diharapkan akan mampu meningkatkan nilai jual bank syariah di Indonesia dan mendukung peningkatan pangsa pasar.

Ulasan singkat mengenai perkembangan bank syariah di Indonesia ini tentu tidak cukup menggambarkan situasi perbankan syariah secara keseluruhan. Namun semoga cukup memberi gambaran dan pandangan bahwa umat Islam harus mendukung sistem keuangan syariah yang ada di Indonesia.

Tinggalkan komentar