Pinjaman Online Ilegal Gak Usah Dibayar, Amankah?

  • Whatsapp
5
(24324)

Beberapa tahun terakhir pinjol atau pinjaman online banyak diminati masyarakat. Selain karena syaratnya yang cukup mudah, proses pencairannya pun terbilang kilat. Tidak masalah bila pinjol yang dipinjam adalah yang legal dan terdaftar di OJK, tapi bagaimana bila pinjaman online yang Anda gunakan adalah ilegal? Amankah?

Pinjaman Online Ilegal Gak Usah Dibayar, Amankah

Bacaan Lainnya

Ada banyak alasan kenapa seseorang terjebak dengan pinjol ilegal. Ada yang karena tidak tahu atau tidak mengerti bahwa itu adalah pinjol ilegal. Ada juga yang coba-coba,  korban penipuan, tidak sengaja kepencet aplikasinya, hingga penyalahgunaan data.

Beragam alasan tersebut pada akhirnya berujung sama, tagihan yang menumpuk, hingga tak ada dana untuk melunasinya. Diperparah lagi dengan cara debt collector yang menagih dengan mengancam, menyebar data, meneror, hingga mengintimidasi. Hingga akhirnya muncul pikiran, bila pinjol ilegal gak usah dibayar sekalian, amankah? 

Semuel Abrijani Pangerapan, Dirjen Aplikasi Informatika Kemenkominfo yang awalnya memberikan pendapat bahwa pinjol ilegal gak usah dibayar. Beliau mengungkapkan bahwa pinjol ilegal tidak bisa menuntut pengguna bila tidak membayar pinjamannya karena statusnya ilegal yang menjadikan mereka tidak difasilitasi oleh negara. 

Alih-alih melaporkan nasabahnya yang tidak bisa bayar ke polisi, mereka yang malah akan ditutup usahanya karena tidak punya izin beroperasi.

Ciri-ciri Pinjol Ilegal

Agar Anda tidak sampai terjerat dengan pinjaman online yang ilegal, penting buat Anda mengenali ciri-ciri dari pinjaman online ilegal tersebut. Adapun ciri-cirinya yaitu :

1. Tidak Memiliki Ijin Resmi dari OJK

Ciri pertama dari pinjol ilegal yaitu tidak adanya izin resmi dari OJK untuk menjalankan usahanya. Saat ini hanya ada 33 perusahaan pinjaman online yang memiliki izin resmi dari OJK. Hal ini karena saat ini OJK menghentikan sementara pemberian izin bagi perusahaan fintech

Adanya izin resmi dari OJK jadi salah satu indikator yang kuat untuk memastikan bahwa perusahaan fintech tersebut resmi atau ilegal. Disinilah masyarakat harus cermat dan paham apakah sebuah fintech itu telah memiliki izin dari OJK atau tidak.

2. Tidak Terdaftar di AFPI

Ciri selanjutnya adalah tidak terdaftar di AFPI (Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama) sebagai anggota.

AFPI merupakan asosiasi resmi yang ditunjuk OJK untuk mengawasi serta mengarahkan setiap penyelenggaraan layanan fintech lending.

AFPI dibuat untuk memberi perlindungan bagi para pemakai layanan fintech lending, baik itu sebagai pemberi dana atau peminjam dana.

Sebelum masyarakat mengajukan pinjaman online ataupun  melakukan pendanaan, maka masyarakat perlu memeriksa apakah fintech lending itu telah menjadi anggota AFPI atau tidak, hal ini bisa dilihat melalui situs resmi AFPI di www.afpi.co.id.

3. Informasi Mengenai Detail Pinjaman Tidak Jelas

Ciri lainnya yakni informasi yang tercantum terkait kegiatan  pinjam meminjam tersebut tidak jelas. Perusahaan fintech terpercaya wajib memberikan informasi sejelas-jelasnya terkait syarat atau  ketentuan pinjam meminjam, termasuk di dalamnya besaran bunga, denda keterlambatan bayar, dan risiko mendanai.

Fintech lending yang resmi berizin serta diawasi OJK selalu mencantumkan informasi jelas dan lengkap terkait aktivitas pinjam meminjam, bisa dilihat  melalui situs resmi dari perusahaan tersebut atau aplikasi mobile.

4. Mudah Menyetujui

Ciri lainnya dari pinjaman online ilegal yaitu biasanya perusahaan tersebut terlalu gampang menyetujui pinjaman. Sementara itu Perusahaan fintech lending yang punya izin untuk beroperasi memiliki  aturan yang berlaku,  sistem serta strategi mitigasi risiko tersendiri agar memastikan pembayaran tepat waktu pada setiap pinjaman.

Tapi bila pengajuan pinjaman terlalu mudah mendapat persetujuan, masyarakat perlu curiga dan sebaiknya mencari tahu mengenai perusahaan tersebut.

5. Tidak Ada Alamat Kantor yang Jelas

Ciri – ciri selanjutnya dapat dilihat dari tidak adanya alamat kantor atau identitas yang jelas dari perusahaan fintech lending tersebut. Dimana alamat yang jelas merupakan salah satu syarat wajib perusahaan tersebut untuk bisa beroperasi dengan baik, serta mendapat izin dari OJK. 

Bila perusahaan pinjol tersebut tidak ada alamat jelas maka dapat dipastikan perusahaan itu tidak ada izin dari OJK untuk beroperasi.

6. Denda Keterlambatan Tak Terbatas

Adanya denda keterlambatan pembayaran yang tidak terbatas bahkan hingga menumpuk dalam waktu singkat, itu juga jadi ciri perusahaan Fintech yang ilegal atau tidak punya izin dari OJK

Hal tersebut tentu sangat merugikan para peminjam, dimana perusahaan pinjol ilegal tersebut bisa saja menagih denda keterlambatan sebanyak mungkin tanpa aturan yang jelas.

7. Tidak Ada Batasan Bunga 

Adanya bunga pinjaman yang tidak terbatas juga jadi salah satu ciri pinjaman online ilegal. Setiap negara mempunyai kebijakan keuangan dalam hal menjaga keseimbangan perekonomian, dimana salah satunya yaitu memberikan batas nilai bunga yang dikenakan.

Perusahaan fintech yang resmi mendapat izin beroperasi serta diawasi oleh OJK wajib mempunyai batas nilai bunga.

Calon peminjam harus berhati-hati dan dapat memastikan bahwa ada batas penetapan bunga sebelum mengajukan pinjaman.

Daftar Pinjaman Online Ilegal

Inilah 100 daftar pinjaman online ilegal :

  1. Tunai Cepat – developer Cibenk
  2. Pinjam Uang Tunai Kredit Dana – developer Pinjaman Mudah PRO
  3. Pinjaman Super – developer Pinjaman Super
  4. Katupat – developer KATUPAT CASH
  5. Dana Plus – developer orddh4533
  6. Dompet Gajah – developer Tcash FinTech
  7. BungaPay – developer Dom Somjal Sonin
  8. Multipoint
  9. RUPIAH JAYA – developer RUPIAH JAYA
  10. Gudang Dana – developer Gudang Dana
  11. Dana Dana – developer Troy Lamaru
  12. Dana Loan – developer Snape Quezada
  13. Kredit Dana – developer Vermont Brew
  14. Pinjam Segera – developer liwang 012210
  15. Cepat Dana – developer Catherine [email protected]
  16. Super – developer Super
  17. Modal Andalan – developer PUSAKA KALABA
  18. Dana Yes – developer Dana Yes UangCepat
  19. Pinjam Dana id com – developer pinjamdanaidcom
  20. Uang Cepat – developer cepat uang
  21. RupiahKu – developer kelapa
  22. Pinjaman cepat – developer larry lending
  23. Uang Dompet – developer Ant Loan
  24. Rupiah Kasih – developer Richard Hargrave
  25. Dana Tunai – developer Loxis Wong
  26. Pinjaman – developer iPinjaman
  27. Dana Me – developer DANAMEPPDFINTECH
  28. CepatGo – developer CepatGO
  29. SOLUSI CEPAT – developer cepat go
  30. Qreditku – developer Pinjaman Tunai Team
  31. KreditQ – developer Slides Dev
  32. Kredit Cepat Kilat – developer Lax cash
  33. Pinjam Uang – developer Pinjam·Uang
  34. Danaku – developer Cheng553
  35. KrediCash – developer happydidi
  36. FinDompet – developer creditdompet
  37. Raja pinjaman – developer Miyi Technologies Co, Limited
  38. Adana
  39. Bunga Lotus – developer Bunga Lotus
  40. Link CashAja – developer Matheny Kallal
  41. CashPlus – developer Cash Plus Pro
  42. Dana Amanah
  43. Dana Arisan – developer Dana Arisan
  44. Dana Arisan Ksp Cepat – developer bettyhall6413ds
  45. KSP SCB DANA ARISAN – developer KSP DANA ARISAN
  46. Dana Arisan – developer KSP SEMESTA CITRA BERSATU DA
  47. Dana Berkat – developer pinjamancepa
  48. Dana Berkat – developer Pinjam
  49. Dana Cepat – developer Dana Cepat ku
  50. KSP Dana Mapan – developer DANA MAPAN
  51. Dana Mitra – developer KSPBANGKIT SESAMA RAKJAT
  52. DanaNow – developer DanaNow
  53. DanaQ – developer FUTUREFUN
  54. Dompet Mudah
  55. Duit Dua
  56. Duit Kita – developer KSPMAKMUR ADIL INDONESIA
  57. Duitkita – developer Devi anggraini
  58. DuitKita – developer Denise Scioneaux
  59. DuitKita – developer Riemann Gambrel
  60. Duitgo
  61. Fulus Rezeki
  62. Fulus Rezeky
  63. Go Cash – developer Glenn Baucom
  64. Go Cash – developer Benedetto Norrie
  65. Gunung Agung
  66. iDomept KSP – developer iDompet KSP
  67. iDompet – developer myralineiciecm
  68. Indo Cash – developer KOPERASI SIMPAN PINJAM TETAP JAYA ABADI
  69. K Dompet
  70. Kantong Kas – developer akhmad taqiyyudien
  71. KANTONGKAS – developer KSPBENTANG PULAU BANGSA
  72. Kotak Uang – developer [email protected]
  73. Kotak Uang Expo – developer KSP Kotakuang
  74. KSP Kotak Uang – developer uniqbcoiqy
  75. Kredit Intan
  76. Kredit Waktu – developer Selamt Berbisnis Indonesia
  77. Ksmpimb Org – developer KSP IMB
  78. KSP IMB org – developer IMB ORG
  79. Ksp Cash Udang – developer haristrv
  80. Cash Udang
  81. Mega Primer
  82. Mitra Tunai – developer fenny afrianty
  83. Mobil Wallet
  84. Rupiah Uwang
  85. SAKU TUNAI – developer Baris Bentang Perkasa, PT
  86. Saku Tunai – developer DW JinRong
  87. Saku Tunai – developer KSPDANA TIMBUN BUDIMAN
  88. Solusi Hidup – developer Christie Pi
  89. SolusiKita – developer Deanna Thurston
  90. Toko Tunai Ekspres – developer [email protected]
  91. Toko Tunai – developer Mann Sigismond
  92. Toko Tunai X – developer tangjinyang
  93. Pinjam Dana – developer Pinjam Dana TunaiKu
  94. Dana Cash – developer YelenaHelen
  95. Dompet Sahabat – developer Nynnngroup
  96. Pinjaman Online Cepat Cair Mudah – developer Coll Dev
  97. Pinjam Syariah – developer Exo lamos
  98. Pinjaman Kita – developer Etikodarsih
  99. Cair Dana – developer Cair Dana
  100. StarBag – developer Umeko Ayame

Tips Terhindar dari Pinjaman Online Ilegal

Inilah tips bagi masyarakat agar terhindar dari pinjaman online ilegal:

1. Cek Pinjaman dari Situs Resmi OJK

Gunakan perusahan fintech yang resmi terdaftar di OJK. Ingat, logo OJK yang tercantum pada aplikasi pinjol belum tentu itu menunjukan perusahaan tersebut benar-benar telah resmi terdaftar OJK.. Untuk mengetahui dengan pasti, lakukan pengecekan lewat situs resmi OJK yaitu ojk.go.id

2. Hindari Iklan Pinjol yang Mengajak dengan Mencolok

Saat ini banyak perusahaan pinjol ilegal yang menyebarkan iklan lewat pesan, dan dari sinilah biasanya korban tergiur dari iklan tersebut. Sebaiknya laporkan nomor tersebut pada pihak yang berwenang. 

3. Pastikan Legalitas dan Rekam Jejak Digital Perusahaan Pinjol

Cek kelegalan dan rekam jejak digital dari perusahaan Fintech tersebut untuk memastikan bahwa alamat kantor yang tercantum itu benar dan jelas beserta ulasan – ulasan dari peminjam sebelumnya. 

4. Hindari Meminjam dengan Fee Besar

Hindari meminjam dengan fee yang besar. Jangan mudah tergiur dan percaya dengan iklan-iklan yang mengatasnamakan OJK ataupun fintech tertentu. 

6. Waspada Penyalahgunaan Data Pribadi

Hindari syarat pinjaman online yang minta izin untuk dapat akses kontak di smartphone, gallery, kartu ATM, hingga foto selfie calon peminjam dengan memegang kartu identitas. 

7. Teliti dengan Syarat dan Ketentuan yang Berlaku 

Calon peminjam hendaknya meneliti dengan cermat sebelum memutuskan untuk melakukan pinjaman. Perhatikan dengan cermat syarat dan ketentuan yang diberlakukan pinjol tersebut. 

Hal ini untuk menghindari adanya pemerasan secara tidak langsung pada peminjam. Jadi, jangan sampai terjebak.

Referensi :

https://krediblog.id/pinjol-ilegal-gak-usah-dibayar/

https://personalfinance.kontan.co.id/news/awas-tertipu-ini-7-tips-menghindari-pinjaman-online-ilegal

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 24324

No votes so far! Be the first to rate this post.

Pos terkait